Monday, August 15, 2016

BAGAIMANA MENGGUNAKAN GYMBALL SELAMA HAMIL SAMPAI PROSES MELAHIRKAN


Semenjak Bu Bidan Yessi menggiatkan proses kelahiran yang lembut (aka gentle birth) penggunaan gymball selama kehamilan dan melahirkan semakin banyak dikenal. Saya sendiri tidak pernah terpikir untuk memanfaatkan gymball dalam kehamilan dan melahirkan sampai akhirnya bertemu komunitas yoga GBUS (terima kasih Mba Prita :3). Dan saya kaget karena ternyata kegunaan gymball lumayan banyaakk, dan manfaat banget, penggunaan dan perawatannya mudah, terus belinya juga mudah karena di berbagai market place juga tersedia. Berikut saya tuliskan manfaat serta cara memilih gymball untuk semua ibu hamil cantik yang sedang berusaha menjaga kesehatan kehamilan dan mengusahakan kelancaran saat proses melahirkan tiba. 

#TIP MEMBELI GYMBALL

PILIH GYMBALL SESUAI TINGGI BADAN
Jadi, gymball itu ada beberapa ukuran, yaitu ukuran 65 cm dan 75 cm. Pilihlah sesuai dengan tinggi badan, jika tinggi badan kurang dari 160 cm, gunakan gymball ukuran 65 cm, jika TB lebih dari 160 cm, gunakan ukuran 75 cm. Dengan memilih gymball yang tepat, seluruh gerakan akan menjadi optimal. Contohnya, pada saat duduk di atas gymball, kaki harus membentuk 90 derajat, perut tidak lebih rendah dari lutut, sebaliknya kaki tidak boleh jinjit. 

KUALITAS HAMPIR SAMA MESKI BERBEDA HARGA
Dari segi harga, range nya berkisar Rp 100.000-Rp 350.000, saya sendiri pilih merk apa aja yang penting murah, hehe, beli di Tokopedia yang sekalian sama pompanya kemarin dihargai Rp 103.000. Alhamdulillah sampai setahunan ini gymballnya masih oke, cuma pompanya sudah rusak karena dimainin anak. Tapi kalaupun rusak pompanya, masih bisa pakai pompa kolam renang plastik atau pompa sepeda asal ujung pompa aslinya jangan hilang. 

PILIH YANG PERMUKAANNYA HALUS
Ada beberapa gymball yang permukaannya bergerigi, hihi, karena mau kita dudukan sambil goyang-goyang, jadi pilih yang halus atau kalaupun ada patternnya, pilih yang lurus-lurus kayak gini. 


#PENGGUNAAN SELAMA KEHAMILAN
Gymball dapat digunakan setelah bayi dalam posisi kepala di bawah, jangan gunakan gymball saat bayi masih dalam posisi melintang atau sungsang.

PASTIKAN KAKI MENEKUK 90 DERAJAT


DUDUK SAMBIL BERGOYANG DI ATAS GYMBALL
Posisi ? Duduklah di atas gymball dengan nyaman. Pastikan kaki tertekuk membentuk 90 derajat. Buka kaki dan duduklah sambal bergoyang. Gerakan ini dapat dilakukan saat sedang menemani anak bermain atau bahkan saat menonton TV. Santai namun bisa tetap exercise.
Variasi Gerakan?
1. Begoyang searah jarum jam 8 hitungan, kemudian sebaliknya sebanyak 8 hitungan, dst.
2. Bergoyang mengikuti arah angka 8.
3. Bergoyang sederhanan ke kiri dan ke kanan.
4. Pastikan duduk dengan nyaman, sangga perut dengan tangan, kemudian tekan bola dengan pantat sehingga menimbulkan efek bounce, sampai 10 hitungan, istirahat, ulangi.
Berapa lama? Semau kita. Sesuaikan dengan level kesehatan masing-masing.
Kapan? Saat bayi sudah dalam posisi kepala di bawah.
Kegunaan? Memperluas ruang gerak bayi karena pinggul terbuka secara optimal sehingga membantu bayi mengoptimalkan posisi masuk ke panggul.
Testimoni : Percaya ga percaya, saya sampai bawa gymball ke kantor loh. Demi. Hehe. Demi mencegah saya duduk sambal leyeh leyeh yang akan berakibat pada posisi bayi dalam perut saya. Ga selama bekerja siy, jadi, misal 2 jam duduk di kursi biasa, setengah jam duduk di gymbal sambal exercise, begitu seterusnya sampai akhirnya gymball saya pulang menjelang masa cuti melahirkan tiba.

ALLFOUR/PELVIC ROCK DENGAN BANTUAN GYMBALL
Gerakan all four atau pelvic rock ini cocok banget buat ngelatih otot pelvis (yang bakalan berperan besar banget selama proses melahirkan nanti, jadi kudu dilatih semenjak hamil) selain itu juga bagus untuk temen-temen yang bayinya masih sungsang, miring atau kelilit tali pusat (walaupun kalau kelilit sampai mau lahir juga insyaAllah tidak ada masalah). Jadi, waktu kita dalam posisi all four, rahim kita dalam posisi 'terluas' untuk bayi sehingga bayi dapat bergerak memposisikan diri seoptimal mungkin, kerasa deh nanti debay langsung ikut gerak-gerak. Jangan lupa dalam setiap gerakan selalu perhatikan keselematan (hindari langsung berlatih di lantai, gunakan alas anti slip, jika lelah, segera istirahat, dan selalu focus bernapas :)).

Gerakan Allfour/Pelvick rock dengan bantuan gymball
SQUATTING
Kalau Bahasa kita sehari-hari mah jongkok, eheheh. Jadi, percaya ga percaya, ternyata nasihat ortu jaman dulu buat mbersihin wc, atau got, atau ngepel dengan jongkok itu sebenernya banyak direpresentasikan dengan gerakan-gerakan latihan yang sudah ada bukti ilmiahnya loh. Ya kayak squatting ini contohnya.

Ga mau ngepel? Ya, minimal squattinglah pakai gymball
Gerakannya bisa naik turun *alau kuat, atau sekedar jongkok saja sambal pegangan gymball untuk nahan supaya ga jatoh ke depan atau ke belakang. Posisi ini bermanfaat untuk menguatkan otot pelvis, ya lagi-lagi perannya besar sekali dalam proses melahirkan nanti. Gerakan ini nyaman banget karena debay dapat leluasa bergerak.

#PENGGUNAAN SELAMA  PROSES MELAHIRKAN

Bersandar Memeluk Gymball

SUAMI DAPAT MEMBANTU IBU DENGAN MENEKAN PINGGANG SELAMA KONTRAKSI DATANG

Pada saat kontraksi mulai tiba, gerakan ini dapat dilakukan saat kontraksi datang. Pembantu persalinan (suami atau nakes) dapat membantu meringankan rasa sakit akibat kontraksi dengan mengusap pada bagian pinggang atau menempelkan compress hangat sembari ibu menggoyangkan pinggul. Ini ga sempet saya lakuin. Entah kenapa saya malah lebih kerasa sakit kalau posisi tubuhnya merangkak. Lebih bisa mengelola rasa sakit dalam posisi setengah duduk atau jongkok.

KALAU KONTRAKSI LAGI OFF, BIA SAMBIL REHAT


Bergoyang di Atas Gymball
Sama seperti pada saat latihan selama hamil, bergoyang di atas gymball saat kontraksi mulai datang sangat berguna untuk mengurangi rasa sakit sekaligus membantu bayi untuk menemukan jalan lahir.  Gravitasi dan gerakan panggul ibu akan memudahkan bayi untuk semakin turun ke jalan lahir.



Ini beneran enak sekali, selama fase awal saya selalu aktif bergerak sambal duduk di gymball. Jika kontraksi dating, bu bidan akan menempelkan compress hangat di pinggang atau memijitnya. Alhamdulillah, pain relieve banget.

Yap, itu tadi tips membeli gymball serta gambaran penggunaan gymball selama hamil sampai proses melahirkan yang bisa saya bagi. Tentu saja ini lebih ke sharing pengalaman saja ya, bukan maksud untuk menggurui atau apa. Yang pasti, jika tidak yakin untuk menggunakan sendiri, paling tidak satu dua kali harus bertemu instruktur ya Mom. Tapi, dari pengalaman saya selama ini, selama kita mengikuti kaidah keamanan, insyaAllah berlatih dengan gymball tidak sulit dan tidak berbahaya.

Metode apapun yang Mommy lakukan untuk latihan selama hamil adalah oukey, yang salah itu kalau ga mau latihan sama sekali (kecuali memang kondidi kehamilan Mommy berisiko). Karena melahirkan itu diibaratkan lari marathon yang sebentar prosesnya tapi butuh strategi dan tenaga yang besar.

Stay active, and stay healthy ya preggy mommy :3





Referensi

http://www.wikihow.com/Use-a-Gym-Ball-During-Pregnancy-and-After-Childbirth
https://www.bing.com/images/search?q=Exercise+While+Pregnant&id=3D5989A4F5998CDFF67BAE9C65334E0561FE544E&FORM=IDBQDM