PARENTING HACKS

Mencatat Perkembangan Anak, Perlukah?

12:34 AM

Kapan pertama kali anak Mama tumbuh gigi? 
Kapan Kakak berhasil mengatakan kata "bababa" atau "mamamama"? 

Wah, Mama tau jawabannya dengan pasti? Hebat sekali Ma!


***
Contoh Isi Buku Perkembangan Anak

Mama, sebagai orang yang sering lupa pada hal-hal detil, saya angkat tangan Ma kalau harus mengingat banyak hal tanpa bantuan catatan 😂😂😂 Termasuk dalam mengingat perkembangan anak-anak saya. Maklum, saya Mamak beranak dua dengan kondisi dua anak itu berdekatan usianya (21 bulan si Kakak, Adek sudah lahir), sehingga kadang serasa punya anak kembar, padahal beda 2 tahun sehingga milestone masing-masing sebenarnya berbeda. Saya ga pengen ada salah satu atau bahkan salah dua milestone yang terselip karena saya lupa. Maka sejak anak pertama, saya memutuskan untuk mencatat perkembangan anak secara manual Ma 💆💆💆

Bagi saya, mencatat milestone sangat penting, karena ada banyak manfaat yang bisa saya ambil dari catatan saya tersebut. 

Mengetahui Kondisi Perkembangan Anak Sesuai Usianya
Dengan mengecek milestone anak, saya bisa dengan pasti mengetahui kondisi perkembangan anak saya saat ini, apakah ia telah mencapai semua milestone sesuai usianya atau belum. Mengetahui kondisi anak berdasarkan info dari ahlinya akan menghindarkan saya dari sikap membandingkan anak dengan Saudara atau teman-temannya juga menghalau sikap khawatir berlebihan ketika menemui kondisi yang menurut saya atau sebagain orang 'tidak normal'.

Mengetahui Treatment yang Dibutuhkan Jika Ada Milestone yang Belum Tercapai
Dengan rutin mengecek dan mencatat perkembangan anak, saya juga dapat dengan cepat melakukan treatment jika diketahui ada milestone yang tertinggal. Bahkan di CDC atau Babycenter juga diberikan ide-ide untuk menstimulasi masing-masing milestone, saya tidak merasa  kesulitan mencari cara untuk menstimulasi milestone yang tertinggal. Saat Kakak berusia 18 bulan ia pernah didagnosa speech delay oleh Dokter. Saat itu mungkin saya akan sangat khawatir jika saya tidak pernah membaca milestone anak usia 18 bulan. Karena ternyata ada informasi yang tidak disampaikan oleh Dokter padahal penting. Yaitu, diagnosa speech delay baru bisa dilakukan ketika anak sudah berusia 2 tahun. Sehingga usia 18 bulan masih diberi perhatian khusus saja selama secara nonverbal si anak memahami komunikasi dengan orang dewasa sambil terus distimulasi. Alhamdulillah, tepat 2 tahun Kakak akhirnya bisa lancar berbicara 💟💟💟 
 
Mempunyai Informasi yang Valid Ketika Dibutuhkan
Ada kondisi dimana kita harus merujuk ke kejadian di masa yang sudah lewat, misalnya jika anak pernah mengalami kondisi tertentu yang penting dan akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan psikologisnya di masa depan. Salah satunya adalah, ketika ada skill sesuai milestone yang sudah pernah ia kuasai tetiba tidak ia kuasai lagi. Dengan memiliki catatan di masa lalu, kita akan bisa mengetahui ketika tiba-tiba ada skill yang menurun kemampuannya atau bahkan hilang. Misal sudah pernah bisa tengkurap sendiri tiba-tiba sama sekali tidak mau tengkurap, dst. Atau ada kejadian-kejadian dimana anak jatuh, atau anak mengalami pengobatan, semuanya perlu dicatat Ma.

Buku saya pilih yang kecil dan mudah dibawa karena biasanya saya mengisi di kantor


Seperti saya ceritakan tadi, saya mencatat secara manual Ma. Mama bisa menggunakan aplikasi (belum pernah mencari, tapi sepertinya ada ya Ma?) atau dimanapun Mama nyaman 👧👧 Nah, biasanya apa saja siy yang saya catat di buku perkembangan anak?

Milestone Sesuai Usia Anak
Saya biasa mencontek list di www.cdc.gov atau www.babycenter.com untuk mencocokan perkembangan anak saya sesuai usianya. Yang komprehensif dan lengkap (bahkan ada videonya) itu  di Centers For Disease Control and Prevention (CDC). Di CDC dibahas per jenis perkembangan, mulai dari Sosial/Emosional, Bahasa/Komunikasi, Kognitif, dan Perkembangan Fisik. Saya akan catat apa saja yang sudah sesuai dan apa yang belum sesuai serta rencana stimulasinya (jika ada yang belum sesuai).

Rencana Belajar dan Stimulasi
Saat ini saya masih berstatus Ibu bekerja Ma, jadi saya usahakan malam hari bisa genjot stimulasi ke anak-anak. Nah, ketika kerjaan sedang ga terlalu sibuk, biasanya saya browing atau membaca buku-buku/artikel terkait stimulasi dan pendidikan usia dini (saya suka Metode Montessory). Web maupun cuplikan buku dan rincian alat atau bahan yang saya butuhkan saya catat di buku perkembangan anak. Kadang-kadang saya juga menulis resep makanan kesukaan anak-anak.
 
Curhat
Tak ada wanita tanpa curhat, lalala, biasanya berisi diari saya untuk anak-anak, walopun kadang suka curcol juga via blog ini :p

Tips-Tips Parenting 
Katanya, ikatlah ilmu dengan mencatat kan ya? Biasanya kalau baca saja sekilas lama lama lupa, kalau dicatat, insyaAllah lebih inget, selain itu, kalau tetiba butuh rujukan, tinggal buka deh catatannya 😆😆


Ada beberapa hal yang saya tidak tulis karena biasanya bisa saya lihat di buku kesehatan anak, yaitu BB, TB, imunisasi yang sudah pernah didapat dan riwayat sakit. Alhamdulillah anak-anak belum pernah mendapat pengobatan yang lama atau parah sehingga saya belum pernah mencatat obat-obatan khusus anak.

Nah, apakah Mama juga merasa perlu mencatat perkembangan anak? Share ya Ma 💕






REVIEWFILMANAK

Cloud Bread, Tontonan Ramah Anak

8:15 PM

Memahami pelajaran hidup bersama Hongsi dan Hongbi yang lucu :)
🎶🎶🎵🎵🎶 Cloud Bread, Cloud Bread, semua sukaa Cloud Bread
Sepertinya sebagai emak-emak saya akan susah melarang anak saya nonton tv, khususnya film kartun. Why oh why? Karena sendirinya suka nonton kartun 😓😓 Apalagi sekarang pilihan ceritanya itu banyak banget ragamnya, jadi, selama saya bisa memastikan ceritanya sesuai dengan nilai-nilai yang ingin saya tanamkan kepada anak-anak, its okey, kamu boleh nonton, Nak 😏😏 

Nah, salah satu film animasi favorit saya adalah film seri berjudul Cloud Bread, alias Roti Awan. Wow, bagaimana awalnya Hongsi dan Hongbi, kedua kucing kecil dalam film tersebut, mengisi hari-hari mereka dengan roti awan?
On a rainy day, a small cloud stuck on a branch, was brought to a mom by her children. She places the cloud in a mixing bowl, and bakes it into cloud bread. The children and mom eat the bread and float gently into the air. The two children float away to share the cloud bread with their father.
Tokoh utama dalam film ini adalah Ayah, Ibu, Hongsi, Hongbi, sedangkan tokoh pembantu ada Kakek, Nenek dan juga tetangga-tetangga maupun teman-teman Hongsi dan Hongbi. Cloud Bread awalnya merupakan sebuah buku yang ditulis oleh  Baek Ha Na, seorang penulis yang berasal dari Korea.

Selain karena konsep tampilannya yang lucu, seperti potongan gambar namun dikombinasikan dengan background 3D, ada beberapa hal yang menurut saya menarik dari film animasi Cloud Bread. Pertama, tema cerita yang sangat dekat dengan keseharian kita. Meski seringkali kali dibumbui fiksi, sehingga kita harus menjelaskan kepada anak-anak bahwa itu hanya imaginasi penulisnya saja, namun isi utama ceritanya dapat dipraktikan. Misalnya, pada sebuah episode dimana Hongsi melihat Ibunya berdandan. Hongsi pun tertarik untuk menggunakan alat-alat make up Ibu. Tanpa sepengetahuan Ibu, Hongsi memakai aneka make up Ibu, termasuk sebuah lipstik ajaib. Lipstik itu mengubah Hongsi menjadi Ibu. Semua orang termasuk Ayahnya memanggilnya Ibu. Ia pun terpaksa harus mengerjakan semua hal yang biasanya dikerjakan Ibu, memanggang kue pesanan, menyiapkan makan malam keluarga, mengangkat telepon, bersih-bersih rumah, semuaanya. Disitulah Hongshi tersadar bahwa selama ini Ibu telah bekerja keras. Hongsi bahkan sampai kebingungan antara mengangkat telepon terlebih dahulu atau mengangkat kue yang sudah matang. Ia menangis, kelelahan dan akhirnya menyerah. Hihi, disitulah akhirnya diketahui kalau Hongsi hanya bermimpi. Namun dari mimpi itu, Hongsi sadar, bahwa selama ini ia keterlaluan sekali, tidak pernah mengerti betapa sibuknya Ibu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga sendiri. Sejak saat itu, Hongsi selalu berinisiatif membantu pekerjaan-pekerjaan di rumah, semampunya. Nah, gimana, lucu, tegang tapi berakhir hangat yaa, Baek Ha Na berhasil membuat sebuah cerita yang menarik sekaligus penuh makna.


Kedua, menebarkan rasa cinta dalam keluarga. Keluarga Hongshi adalah figur keluarga ideal. Dimana Ayah, Ibu dan anak-anak memerankan perannya sebaik mungkin. Ibu yang penyayang, Ayah yang bijak, dan Kakak Adik yang akur. Lovely 💕💕

Ketiga, tidak ada adegan kekerasan baik verbal maupun non verbal. Ini penting banget ya menurut saya, karena meski ceritanya bagus, namun ada adegan atau kata-kata yang nyerempet kekerasan, ga deh, terima kasih. Soalnya anak-anak kan belum tau yah yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Takutnya malah bukan yang baik yang dicontoh 😂

Okey, saya kira review saya untuk film animasi series Cloud Bread. Duh, tetiba jadi pengen nyanyi lagi theme song-nya yang lucu 🎸🎻🎼🎶🎵 Cloud bread, cloud bread, semua suka cloud bread, 🎉🎉🎉




 

Pregnancy & Labor

Ubah Suasana Kamarmu Untuk Mendapatkan Pengalaman Melahirkan Yang Berbeda, Ma

7:34 PM

Pernahkah Mama terpikir untuk melahirkan di ruangan yang tidak sedingin kamar bersalin rumah sakit?

No way! Masa ada siy? 

Ada Ma. Jika tidak menemukan klinik atau rumah sakit yang mempunyai kamar bersalin seperti impian Mama, Mama bisa mendesainnya sendiri.

Well, Lilis mulai ngaco. 

Ga kok Ma, apalagi jika Mama berniat melahirkan di rumah (tentu saja dengan ditemani bidan 👧) atau sembari menunggu masa aktif di rumah, Mama bisa menikmati suasana melahirkan sesuai favorit Mama di kamar Mama sendiri 💕 Berikut beberapa hal yang bisa Mama coba untuk mendapatkan pengalaman melahirkan yang lebih nyaman dan bahagia 😉

Suara yang Memberi Kenyamanan atau Sebaliknya Kesunyian yang Syahdu 🎶🎵🎵

Ketenangan adalah salah satu kunci melahirkan yang nyaman, Ma. Sikap pembantu persalinan yang jutek atau suara-suara keramaian yang mengganggu bisa mengganggu ketenangan Mama yang berakibat pada tekanan psikis pada Mama dan pada bayi (uhh, apalagi kalau yang kedengaran teriakan Mama sebelah yang sedang kesakitan ya Ma 😔). Untuk itu penting sekali men-setting suasana melahirkan yang sesuai dengan psikis Mama. Karena jarang sekali klinik atau rumah sakit yang akan melakukannya untuk Mama, setting-lah kamar melahirkan Mama di kamar Mama sendiri 😬

Bagi beberapa Mama, musik dan suara tertentu merupakan sumber ketenangan. Sebaliknya, Mama yang lain lebih memilih untuk mengurangi timbulnya suara sebanyak mungkin. Termasuk saya 😉 . Dan apapun kondisi yang Mama pilih, its okey Ma.

Bagaimana cara mengetahui Mama termasuk jenis yang mana? Gampang, Ma. Coba kalau pas Mama pup (ups sorry), Mama suka ada suara (misal gemericik suara air dari keran) atau sama sekali tidak ada suara. Kalau saya, saya suka tidak ada suara sama sekali. Kalau ada suara rasanya kurang nyaman dan sulit berkonsentrasi. Sehingga saya memilih suasana melahirkan yang sunyi senyap. Kalaupun ada suara, hanya suara lantunan ayat Al Quran saja yang bisa saya terima. Jika Mama tidak masalah dengan bunyi gemericik air, malah lebih nyaman, maka Mama termasuk yang suka dengan suara Ma. Mama bisa memilih suara/musik yang sesuai dengan preferensi Mama 😀 jangan khawatir dengan jenis pemilihannya, its yours Mama. Rock pun boleh, xixixi.  

Jika bingung mau memilih musik seperti apa, mungkin Mama bisa mengintip playlist yang didesain oleh Spotify bersama seorang Ginecologist, Jacques Moritz, di sini. Lagu-lagu yang terdaftar dalam playlist tersebut diklaim dapat membantu ibu fokus dan tenang selama menghadapi persalinan di rumah sakit yang cukup ramai. Lis belum coba, Mama mau mencoba?
 

Tulisan-tulisan Penyemangat
Perjuangan melahirkan buah hati seringkali membutuhkan semangat lebih ya Ma? Apalagi ketika proses kelahiran berjalan lama. Wahh rasanya ingin sekali cepat selesai dan menyudahi segala kesusahan ini.

Baca : My Prolonged Labor

Tapii, sebelum itu terjadi, ada baiknya kita mempersiapkan tulisan-tulisan penyemangat Ma. Iya, birth affirmation. Tulisan-tulisan yang berisi afirmasi untuk menyemangati diri. Tulisan ini bisa kita cetak kemudian kita pajang dengan cantik di tempat yang mudah terbaca, misal di atas tempat tidur.

Bith affirmation wallpaper dapat menjadi dekorasi kamar melahirkan yang cantik sekaligus memberi energi

Menulis sendiri birth affirmation favorit tentu menyenangkan, tetapi jika Mama merasa kesulitan atau tidak pede dengan hasil karya Mama sendiri (itu mah saya 😀), ada seorang desainer yang berbaik hati memberi free printable birth affirmation favoritnya untuk kita pakai Ma, klik disini ya untuk men-download 25 birth affirmation design yang cantik sekaligus memberi energi.

Contoh birth affirmation yang bisa Mama cetak sendiri :)


Aroma yang Magis
Aromatheraphy banyak diklaim oleh beberapa ahli dapat membantu persalinan. Secara biologis, hormon yang sangat mempengaruhi persalinan adalah oksitosin. Beberapa aroma dipercaya memicu pengeluran hormon pembantu persalinan ini Ma. Sehingga menstimulasi aliran darah ke pelvis dan menstimulasi kontraksi rahim.

Aroma yang dipercaya membantu proses persalinan diantaranya clari sage, geranium, jasmine, lavender, peppermint, rose, dan ylang-ylang. 

Essential oil dapat dioleskan di pusat titik nadi maupun didifuse dengan alat khusus, yaitu diffuser.

Penggunaan EO lebih mudah dengan menggunakan diffuser

Cahaya Redup Nan Romantis 💡
Banyak Mama yang malahirkan sangat sensitif dengan cahaya. Termasuk saya, Ma. Selama melahirkan kemarin pun Lis memilih mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur. Ga pakai lilin-lilin segala karena kamar saya ga terlalu luas dan saya ga menyalakan AC. Selain itu juga tidak praktis. 

Kamar dengan cahaya redup sangat cocok untuk membantu kita fokus pada bayi dan mengelola sakit loh, Ma. Karena mata kita tidak terganggu dengan cahaya yang terlalu terang. 


Temperatur Udara yang Tepat
Terlalu dingin jelas ga nyaman ya Ma, panas pun sama tidak nyamannya. Aturlah temperatur ruangan sesuai preferensi Mama. Saya memilih susu ruangan normal di angka 25 derajat celcius, tidak panas dan tidak dingin. Hihi, maklum, kontraksi sudag bikin keringat ngucur, ga mau ah ditambahi dengan kondisi suhu ruang yang bikin tambah gerah. Tapi sebaliknya ga mau terlalu dingin karena saya ga mau menggigil di saat fokus mengelola sakit.

Selain dekorasi kamar yang nyaman, Mama juga perlu memastikan bahwa di kamar Mama ada barang-barang yang Mama perlukan untuk membantu menyamankan proses melahirkan. Waktu itu saya memilih gymball  sebagai bagian tidak terpisah dari isi kamar melahirkan saya dan tentu saja makanan dan minuman berenergi. 

Baca : Cara Menggunakan Gymball Selama Hamil dan Melahirkan

Nah, setelah membaca pengalaman tentang kamar melahirkan, apakah Mama sudah terbayang ingin mendesain kamar melahirkan yang seperti apa? Share ya, Ma 😜




Happy 1 Year, Ali!

7:57 PM


 Ampun dah ni mak-mak, malesnya kebangetan, padahal yang dicatet itu loh, milestonenya anak senderee lalalala 👮

Alhamdulillah Mak, si anak lanang Ali, sudah setahun, iyaa, setahun *teross? Iyaa, mau ngucapin ke Ali, Happy Milad Ali 😘

Alhamdullillah (lagi), Ali sudah bisa jalan. Prosesnya cukup cepet menurutku. Dari bisa berdiri, jalan selangkah dua langkah sampai akhirnya lancar kurang lebih 1 bulan. Yang lucu itu beliin sendal Ali 😑 Masa ganti sendal sampe 3 kali. Iya, setiap beli dituker gitu. Pertama beli ternyata sama sekali ga muat. Dituker lagi, eh ga muat lagi 👯👯👯 Si Ali memang kakinya besar gitu, melebar dan menggembung, jadi kudu pakai sendal sendal ala crocs (bukan berarti kudu beli merk croc yah 💁) yang ga ribet, tinggal leb ajah kakinya. Akhirnya karena udah kadung malu nuker sekali, akhirnya beli lagi 👻👻👻👻 dan ga muat lagi dong, aih, memanglah, soal ira mengira, emaknya si Ali ga jago, alhamdulillah, dituker sekali lagi dengan nomer di atasnya pas tuh sendal 💆💆 Selain sudah bisa jalan, dari segi motorik kasarnya sudah bisa manjat sofa dan turun dari sofa sendiri (tingginya kurleb 30 cm). Terus bisa juga nendang bola 🏃🏃🏃 dan ngelempar bola.

Dari segi motorik halus, udah bisa makan sendiri (pakai tangan), dan minum pakai gelas sendiri tapi masih tumpeh tumpeh, bisa menjumput, bisa membuka lembaran buku yang tipis sekalipun, alhamdulillah, dannn bisa merobekk :P Merobek itu keahlian loh, butuh konsentrasi dan koordinasi antara mata dan otot tangan, ya kan? ya kan?


Ali juga mulai bisa mengikuti instruksi-instruksi sederhana, kayak duduk, ayo mandi, ke sini, ke sana, ambilin ini, bawa ke sana, dst. Tapi kalau minta sesuatu masih "em, em, em, em" ngerengek gitu, begituu terus sampai diwujudkan keinginannya. Bisa dadah, salim kalau liat Uminya mau berangkat, tau cara makai remot, sisir, gelas, sendok, tau duit, cicak, kecoak, kucing, pesawat dan hewan kesayangannya, IKAN 🐳🐳 Dan dekett sama semua orang di rumah, Uminya, Kakaknya, Abahnya juga Budhenya. Nurut sama semuanya 👦

Kalau dari segi karakter, sama kayak Kakaknya, Ali loves smiling. Really loves smiling, mudah ketawa dan ketawanya lebarr 💞 Usil sama Kakaknya, suka tiba-tiba dateng ambil mainan Kakak terus dibuang 👊 Dan mukanyaa itu beneran iseeng, weleh weleh. Anaknya suka banget gelendotan, ga bisa liat orang duduk nganggur, pasti langsung minta pangku. Terus kalo orangnya gegoleran, ya dia mapan gitu, gegoleran di samping Umi, Kakak, atau Abahnya. Hihi, kalau kayak gini ga tau namanya karakter apah 😁😁

Sejujurnya, pas Ali lahir itu beban saya sebagai Ibu ga kerasa nambah. Malah ringan alhamdulillah. Yaa, terkait materi, juga Allah cukupin banget masyaAllah. Ga kerasa ada penambahan signifikan, karena alhamdulillah Ali full ASI (susu formula mahal Mak 😑), paling untuk pampers sama baju anak-anak yang nambah. Nanti siy kalau mereka udah sekolah yaa, mungkin bakalan kerasa, tapiii, mari kita optimis setiap anak punya rejeki sendiri sendiri, kita tinggal ikhtiar mencarikan saja. Jadiii, jika ada yang ketar ketir karena sedang hamil lagi padahal belum pengen, mending buang jauh-jauh perasaan khawatirmu Mamaa, insyaAllah Mama kuat. Jangan lupa, happy selama hamil mempengaruhi temperamen anak kita loh, jadii, berbahagialah, kalem gitu, optimis, insyaAllah anak yang lahir juga nurut, bahagia, mudah ngurusinnya, aamiin 😝😏

Doakan yaa, semoga Ali teh sehat selaluuu, jadi anak sholih, secerdas dan sekeren Ali ra akhlak dan amalnya, aamiin~